twitter
rss

Tangis..
Butiran air itu tak pernah mampu ku bendung..
Entah mengapa ia mengalir begitu deras..
Menderas seiring gejolak yang terasa di dada..
Kenangan menyakitkan yang begitu banyak..
Ucapan-ucapan singkat namun menggores luka..
Semua menguak begitu saja..

Tangis..
Sesak.. Mendesak dihati..
Andai aku tahu dimana letak perasaan itu, maka tak ku biarkan ia merasa apa-apa..
Aku tak bisa mengatur ucapan mereka, maka ingin ku tutup telingaku sebelum mendengarnya..
Aku tak bisa mengatur perlakuan mereka, maka ingin terpejam sebelum melihat sikap mereka..
Sebelum perasaan merasakan rasa..
Dan air mengalir tangis..

Suamiku..
Tidak ada tempat terbaik selain kesendirian untukku..
Tapi berada disampingmu aku merasa tenang..
Aku terlalu berharap lebih bahwa kau juga bisa mengerti perasaan ku n tahu bagaimana menjaganya..
Kau begitu baik, sangaat baik..
Tapi apalah dayaku, perasaanku terlalu lembut..
Meski satu kata yang kau ucapkan, tapi perasaanku mampu hancur berkeping-keping..

Ketika aku mencoba menjelaskan,
Kau selalu bilang tetap tak mengerti..
Maka, saat itu, kesendirian tetap menjadi tempat terbaik bagiku..
Karena disana..
Aku tidak butuh orang lain mengerti..
Aku tidak perlu dimengerti..
Cukup aku yang tahu, cukup aku yang merasakan..
Dan tangis menjadi sebaik-baiknya teman..
Cukup hanya aku..
Tanpa pernah engkau tahu..

Temanggung, 11122016 11.29pm